Kalau akhir-akhir ini kita rajin browse situs berita, ataupun nonton TV, akhir-akhir ini ada nama seorang cewek yg lagi kondang banget : Rani Juliani.
Ini cewek sebetulnya cewek biasa, caddy golf dan jg mahasiswa. Tp dia terlibat dengan orang-orang yang tidak biasa, dalam kasus luar biasa. Dan jadilah ia terseret-seret dalam pemberitaan sebuah kasus pembunuhan.
Ok, dia emang saksi kunci dalam kasus ini. Keterlibatan Rani, AA dan NZ memang perlu diketahui dalam rangka proses penyidikan, dan tentunya masyarakat pun sangat ingin tahu bagaimana ia terlibat dalam kasus ini. Apakah ia bagian dari sebuah konspirasi tingkat tinggi, dan sebagainya. Tindak pidana yg dilakukan kemungkinan bermotif sengketa percintaan (ceile bahasanya, dangdut nian!) Tapi yang saya lihat adalah adanya pemberitaan yang kelewat batas.
Yang perlu diketahui cukup keterlibatannya yang menjadi benang merah kasus ini, titik. Kita tidak perlu tahu dia punya tatto kupu-kupu di pinggulnya, ataupun nilai-nilainya saat SMA. Berita yg ga penting bukan? Kecuali kalo memang Rani adalah seorang double agent seperti Mata Hari yang legendaris itu, bolehlah kita kulik kehidupannya untuk dijadikan Film (kalo ada yg berminat).
Tapi disini, Rani hanyalah perempuan biasa, istri ke-3 dari korban pembunuhan, dan pernah bertemu dengan tersangka. Dia bertemu dengan kemauannya sendiri atau tidak, itu yang sedang diselidiki.
Pemberitaan media yang bertubi-tubi, apalagi terkait kasus pembunuhan, sudah lebih dari cukup untuk membuat seseorang stres. Tidak perlu ditambah dengan ekspose berlebihan tentang kehidupan pribadi seseorang yang tidak ada hubungannya dengan kasus itu sendiri/. Cukup para pencari sensasi infotainment saja yang menikmati kehidupan pribadinya diobral sebagai komoditi mencapai popularitas.
Leave Rani alone. She need to be protected not only from physical thread, but also from over exposure that not good for her mind. Got the point?
Comments on: "Proporsionalitas Pemberitaan dan Pengkultusan Figur" (2)
Yah Fi, wartawan infotainment kan butuh makan juga? Karena akhir2 ini ga ada artis yang cerai, mati, selingkuh ato gonta-ganti pacar, makanya mereka cari mangsa lain. Sapa lagi kalo bukan figur utama dr kasus ter-Hot bulan ini? mana statusnya sip lagi; istri ke-3, kawin Siri (katanya), caddy (yg bikin tempat golf jadi Tempat Rawan Selingkuh ke sekian), ditambah dia jadi rebutan org2 luar biasa… Jadilah dia sasaran berita paling nikmat dan menggiurkan bulan ini; ibaratnya dia tuh ramuan shoyu+wasabi diatas salmon sushi. Yg enak makin enak…
Emang ga adil buat dia, tapi pada dasarnya gw ga punya simpati ama istri ke-sekian yang dinikahi siri. Apalagi dia sadar kalo dia istri kesekian yang dinikahi siri. Kalo dia ditipu beda ceritanya, tapi dia sadar kalo dia dinikahi siri dan jadi istri kesekian.
Kedengerannya jahat, gw tau. Tapi buat gw it’s her loss and not my bussiness. Gw ga suka dengan pemberitaan yang di blow up gede2an kaya gitu, tapi gw juga ga bisa (dan ga mau) mengeluarkan rasa simpati buat dia.
Sejujurnya, gw lebih kasian ama istrinya AA.
For that point gw setuju ma elo. Tp tetep aja gw eneg ama over exposure yg berlebihan. Masak kasus kriminal malah dibahas di infotainment. Ga mutu!